Senin, 05 Desember 2011
Terobati sudah rasa rindu para penggemar Krido Budoyo, setelah terlaksana dengan sukses pagelaran acara Gebyagan bulan Suro di Komplek Marina Permai IX Palangka Raya.
Para Penonton sangat antusias dan suasana menjadi sangat meriah, sampai jam 17.15 wib.
Walaupun cuaca mendung dan gerimis sebentar, tak menyurutkan para penonton, bahkan tambah meraksek ke arena joget (tari).
Kami Seluruh keluarga besar Paguyupan Seni Kuda Lumping Campur Sari "Krido Budoyo" mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada masyrakat Marina Permai khususnya dan Kota Palangka Raya pada umumnya, atas seksesnya pagelaran kami pada Hari Minggu, 04 Desember 2011.
Kami masih mengharapkan saran-saran dan kritik yang bersifat membangun demi kemajuan "Krido Budoyo"
Sukses buat semua keluarga besar/anggota "Krido Budoyo". Mari tetap bahu membahu untuk suksesnya Acara Ulang Tahun Krido yang ke - 6 yang akan datang.
Sabtu, 29 Oktober 2011
Pagelaran Budaya dan Wisata Kuliner yang diselenggarakan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda tahun 2011 dimeriahkan juga dengan berbagai tarian seluruh nusantara.Terakhir para penonton disuguhi dengan Kuda lumping (Jaranan) Turonggo Rukun Santoso dari DesaTambun Raya Kecamatan Basarang, Kuala Kapuas. Atraksi-atraksi ndadi dan tembang-tembang jawa yang diiringi rampak kendang, gong dan kenong, menambah meriahnya acara sampai jam 16.00 sore.
Seperti halnya dengan Krido Budoyo, Turonggo Rukun Santoso pun berharap tetap lestari demi lestarinya warisan leluhur.
Cikal bakal generasi penerus Krido Budoyo terus diasah ketrampilannya, agar selalu siap pada setiap penampilan pada acara-acara resepsi maupun acara-acara resmi perlombaan. Krido Budoyo akan selalu ambil bagian pada setiap even. Tanggal 26 Nopember 2011 akan diadakan acara pagelaran Gebyakan Suroan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, yang diikuti oleh lebih dari 10 kelompok paguyupan Kuda Lumping se Kota Palangka Raya. Untuk memperkenalkan Krido Budoyo ke seluruh wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, berencana tampil pada acara Gebyak Suro di Lapangan sepakbola taman kota Kuala Kapuas. Bagi pecinta seni kuda lumping campur sari kota Kuala Kapuas akan kami suguhkan atraksi ndadi yang luar biasa.
Dengan manajemen baru mulai tanggal 23 Februari 2011, Krido Budoyo berusaha meningkatkan kreatifitas dalam memajukan paguyupan dan seni leluhur agar tidak punah.
Jumat, 29 April 2011
Ganggang Kristal Jepang
Apa itu Kristal Algae Jepang/Algae Kristal/Water Kefir/ Japanische Kristallalgen/Japanese Crystal Algae
Mau memiliki badan sehat dan umur panjang sekaligus penghasilan tambahan “kristal algae jepang” salah satu jawabannya. Kristal algae jepang sebagai penghasil water kefir ini hidup dan berasal dari Pegunungan Kaukasus Georgia, kristal algae jepang juga sebagai penghasil O2, besar sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari kristal algae jepang ini. Penduduk di Kaukasus mengetahui keampuhan dari kristal algae jepang ini dan sudah meminum air rendaman dari kristal algae jepang dari masa kanak-kanak, maka dari itu di tempat kristal algae jepang ini tumbuh penduduknya dapat berumur panjang, bisa mencapai umur 110 tahun. Di sini adalah satu-satunya tempat di dunia di mana penduduknya bisa mencapai usia lanjut dengan tubuh yang benar-benar sehat ( menurut nara sumber tak dikenal, di Toscana / Italia juga ada satu daerah yang penduduknya dikenal hidup sehat sampai uzur ).
Kamis, 28 April 2011
Semangat "KRIDO BUDOYO"
| Latihan tari Pegon |
Latihan anak-anak wayang Paguyupan Kuda Lumping Campur Sari "KRIDO BUDOYO" tak kenal lelah dan terjadwal dengan teratur. Hal itu dilakukan demi para penggemar Krido Budoyo di Kota Cantik Palangka Raya khususnya. Gambar di atas sedang latihan Tari Pegon. Tari ini menggambarkan para remaja yang sedang bersuka ria dolanan. Masih banyak tari-tari yang lain, seperti Tari Buto, Tari Treel, Tari Celeng, Tari Bujang Ganong dan Tari Senterewe.
Jumat, 22 April 2011
Ramalan Jaya baya
Serat Jayabaya
Ramalan iki ora usah dipercaya. Yen percaya kuwi tegese nglangkahi takdire sing maha kuwasa. Dadi, di waca wae nanging ora usah dipercaya.
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Tanah Jawa kalungan wesi.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
Kali ilang kedhunge.
Pasar ilang kumandhang.
Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
Mari kita Iqra'
KANG SEJO MELIHAT TUHAN
Bukan salah saya kalau suatu hari saya ceramah agama di depan sejumlah mahasiswa Monash yang, satu di antaranya, Islamnya menggebu. Artinya, Islam serba berbau Arab. Jenggot mesti panjang. Ceramah mesti merujuk ayat, atau Hadis. Lauk mesti halal meat. Dan, semangat mesti ditujukan buat meng-Islam-kan orang Australia. Tanpa itu semua jelas tidak Islami.
Saya pun dicap tidak Islami. Iman saya campur aduk dengan wayang. Dus, kalau pakai kaca mata Geertz, seislam-islamnya saya, saya ini masih Hindu. Memang salah saya, sebab ketika itu saya main ibarat: Gatutkaca itu sufi. Ia satria-pandita. Tiap saat seperti tidur, padahal berzikir qolbi. Jasad di bumi, roh menemui Tuhan. Ini turu lali, mripat turu, ati tangi: mata tidur hati melek, seperti olah batin dalam dunia kaum sufi.
Biar masih muda, hidup Gatutkaca seimbang, satu kaki di dunia satu lagi di akhirat. Mirip Nabi Daud: hari ini puasa, sehari esoknya berbuka. Dan saya pun dibabat ...
Langganan:
Postingan (Atom)